Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.
Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya. Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)
Indikator / indicator | 2005 | 2006 | 2007 | 2008 | 2009 |
1.Pertumbuhan ekonomi (%) | 5,69 | 5,50 | 6,35 | 6,01 | 4,55 |
2.Inflasi (%) | 17,11 | 6,60 | 7,36 | 11,06 | 2,78 |
3.PDB harga konstan 2000 (TrilliunRp) | 1.750,82 | 1.847,13 | 1.964,33 | 2.082,32 | 2.176,98 |
4.PDB per kapita harga berlaku (Ribu Rp) | 12.675,53 | 15.028,58 | 17.509,56 | 21.666,75 | 24.261,81 |
5.Neraca perdagangan luar negeri (juta US $) | 27.959,1 | 39.733,1 | 39.627,5 | 7.823,1 | 19.634,5 |
a. ekspor (juta/Million US $) | 85.660,0 | 100.798,6 | 114.100,9 | 137.020,4 | 116.510,0 |
b. Impor (juta/Million US $) | 57.700,9 | 61.065,5 | 74.473,4 | 129.197,3 | 96.829,2 |
6.investasi | |||||
a. PMDN (milyar Rp) | 50.577,4 | 162.762,2 | 188.876,3 | 20.363,4 | 37.799,8 |
b. PMA (juta/Million US $) | 12.979,3 | 15.624,0 | 40.145,8 | 14.871,4 | 10.815,0 |
7.suku bunga deposito berjangka bank umum 1 bulan(%) | 8,36 | 8,96 | 7,19 | 10,75 | 6,87 |
8.jumlah wisatawan asing (ribu orang) | 5.002,10 | 4.871,35 | 5.505,76 | 6.234,50 | 6.323,73 |
9.produksi padi | 54,15 | 54,45 | 57,16 | 60,33 | 64,33 |
a. Sawah (juta/Million Ton) | 51,32 | 51,65 | 54,20 | 57,17 | 61,11 |
b. Ladang (juta/Million Ton) | 2,83 | 2,81 | 2,96 | 3,16 | 3,22 |
10.nilai tukar petani | |||||
a. jawa barat | 112,5 | 115,5 | 116,0 | 96,1 | 97,2 |
b. jawa tengah | 92,3 | 96,7 | 107,6 | 99,8 | 98,7 |
c. sumatra barat | 68,1 | 74,2 | 70,1 | 105,2 | 103,7 |
d. sumatra selatan | 119,5 | 136,8 | 136,7 | 101,5 | 99,7 |
11.penduduk miskin(juta/Million) | 35,10 | 39,30 | 37,17 | 34,96 | 32,53 |
12.tingkat pengangguran terbuka (%) | 11,24 | 10,28 | 9,11 | 8,39 | 7,87 |
Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada tahun 2009 mencapai US$116,51 miliar atau turun 14,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Negara utama tujuan ekspor terbesar adalah Jepang diikuti Amerika Serikat dan Cina. Sementara, pada periode yang sama nilai impor Indonesia mencapai US$96,83 miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar 25,05 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama tahun 2009 masih ditempati oleh Cina, Jepang dan Singapura.
Sementara dampak krisis global terhadap inflasi tidak terlihat signifikan. Inflasi pada tahun 2009 mencapai 2,78 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,86 pada bulan Desember 2008 menjadi 117,03 pada bulan Desember 2009. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberi andil terbesar, yaitu sebesar 1,27 persen. Adapun komoditas yang dominan menpengaruhi inflasi adalah gula pasir, emas perhiasan dan beras yang masing-masing memberikan andil terhadap inflasi lebih dari 0,20 persen.
Di sektor rill, produksi padi pada tahun 2009 terjadi peningkatan sebesar 6,64 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan jumlah produksi padi sawah sebesar 3,94 juta ton. Kenaikan produksi tersebut terjadi karena peningkatan luas panen seluas 550,61 ribu hektar (4,47 persen) dan juga produktivitas sebesar 1,01 kuintal/hektar (2,06 persen). Jika dilihat menurut wilayah, kenaikan produksi padi tahun 2009 tersebut terjadi di Pulau Jawa sebesar 7,69 persen dan di luar Pulau Jawa sebesar 5,42 persen.
Jumlah wisatawan asing/mancanegara (Wisman) menunjukkan kondisi yang membaik. Pada tahun 2009, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6.323,7 orang yang berarti meningkat 1,43 persen dibanding jumlah wisman pada tahun sebelumnya. Namun demikian, rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia mengalami penurunan sebesar 10,37 persen dibanding tahun sebelumnya, yaitu dari 8,58 hari menjadi 7,69 hari.
Jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan mengalami penurunan dari 34,96 juta pada tahun 2008 menjadi 32,53 juta pada tahun 2009. Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, yaitu dari 8,39 persen pada tahun 2008 menjadi sebesar 7,87 persen pada tahun 2009. Pendapatan perkapita juga mengalami peningkatan selama periode 2008-2009 sebesar 11,98 persen.
sumber :