Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Pada Tahun 2005-2009

Indonesia memiliki ekonomi berbasis-pasar di mana pemerintah memainkan peranan penting. Pemerintah memiliki lebih dari 164 BUMN dan menetapkan harga beberapa barang pokok, termasuk bahan bakar, beras, dan listrik. Setelah krisis finansial Asia yang dimulai pada pertengahan 1997, pemerintah menjaga banyak porsi dari aset sektor swasta melalui pengambilalihan pnjaman bank tak berjalan dan asset perusahaan melalui proses penstrukturan hutang.

Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).

Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.

Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya. Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)

Berikut ini adalah tabel pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2005-2009 :
Indikator / indicator
2005
2006
2007
2008
2009
1.Pertumbuhan ekonomi (%)
5,69
5,50
6,35
6,01
4,55
2.Inflasi (%)
17,11
6,60
7,36
11,06
2,78
3.PDB harga konstan 2000 (TrilliunRp)
1.750,82
1.847,13
1.964,33
2.082,32
2.176,98
4.PDB per kapita harga berlaku (Ribu Rp)
12.675,53
15.028,58
17.509,56
21.666,75
24.261,81
5.Neraca perdagangan luar negeri (juta  US $)
27.959,1
39.733,1
39.627,5
7.823,1
19.634,5
a. ekspor (juta/Million US $)
85.660,0
100.798,6
114.100,9
137.020,4
116.510,0
b. Impor (juta/Million US $)
57.700,9
61.065,5
74.473,4
129.197,3
96.829,2
6.investasi





a. PMDN (milyar Rp)
50.577,4
162.762,2
188.876,3
20.363,4
37.799,8
b. PMA (juta/Million US $)
12.979,3
15.624,0
40.145,8
14.871,4
10.815,0
7.suku bunga deposito berjangka bank umum 1 bulan(%)
8,36
8,96
7,19
10,75
6,87
8.jumlah wisatawan asing (ribu orang)
5.002,10
4.871,35
5.505,76
6.234,50
6.323,73
9.produksi padi
54,15
54,45
57,16
60,33
64,33
a. Sawah (juta/Million Ton)
51,32
51,65
54,20
57,17
61,11
b. Ladang (juta/Million Ton)
2,83
2,81
2,96
3,16
3,22
10.nilai tukar petani





a. jawa barat
112,5
115,5
116,0
96,1
97,2
b. jawa tengah
92,3
96,7
107,6
99,8
98,7
c. sumatra barat
68,1
74,2
70,1
105,2
103,7
d. sumatra selatan
119,5
136,8
136,7
101,5
99,7
11.penduduk miskin(juta/Million)
35,10
39,30
37,17
34,96
32,53
12.tingkat pengangguran terbuka (%)
11,24
10,28
9,11
8,39
7,87

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2009 tercatat 4,5 persen, turun dibanding 2008 yang mencapai 6,1 persen. Kontraksi pertumbuhan ekonomi pada 2009 ini diakibatkan turunnya ekspor. Pada periode tersebut pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh 15,5 persen. Sedangkan dari sisi penggunaan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah, meskipun sektor tersebut bukan yang memberikan kontribusi tertinggi.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia pada tahun 2009 mencapai US$116,51 miliar atau turun 14,98 persen dibanding periode yang sama tahun 2008. Negara utama tujuan ekspor terbesar adalah Jepang diikuti Amerika Serikat dan Cina. Sementara, pada periode yang sama nilai impor Indonesia mencapai US$96,83 miliar yang berarti mengalami penurunan sebesar 25,05 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama tahun 2009 masih ditempati oleh Cina, Jepang dan Singapura.

Sementara dampak krisis global terhadap inflasi tidak terlihat signifikan. Inflasi pada tahun 2009 mencapai 2,78 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 113,86 pada bulan Desember 2008 menjadi 117,03 pada bulan Desember 2009. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau memberi andil terbesar, yaitu sebesar 1,27 persen. Adapun komoditas yang dominan menpengaruhi inflasi adalah gula pasir, emas perhiasan dan beras yang masing-masing memberikan andil terhadap inflasi lebih dari 0,20 persen.

Di sektor rill, produksi padi pada tahun 2009 terjadi peningkatan sebesar 6,64 persen yang utamanya disebabkan oleh kenaikan jumlah produksi padi sawah sebesar 3,94 juta ton. Kenaikan produksi tersebut terjadi karena peningkatan luas panen seluas 550,61 ribu hektar (4,47 persen) dan juga produktivitas sebesar 1,01 kuintal/hektar (2,06 persen). Jika dilihat menurut wilayah, kenaikan produksi padi tahun 2009 tersebut terjadi di Pulau Jawa sebesar 7,69 persen dan di luar Pulau Jawa sebesar 5,42 persen.

Jumlah wisatawan asing/mancanegara (Wisman) menunjukkan kondisi yang membaik. Pada tahun 2009, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6.323,7 orang yang berarti meningkat 1,43 persen dibanding jumlah wisman pada tahun sebelumnya. Namun demikian, rata-rata lama tinggal wisman di Indonesia mengalami penurunan sebesar 10,37 persen dibanding tahun sebelumnya, yaitu dari 8,58 hari menjadi 7,69 hari.

Jumlah penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan mengalami penurunan dari 34,96 juta pada tahun 2008 menjadi 32,53 juta pada tahun 2009. Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan, yaitu dari 8,39 persen pada tahun 2008 menjadi sebesar 7,87 persen pada tahun 2009. Pendapatan perkapita juga mengalami peningkatan selama periode 2008-2009 sebesar 11,98 persen.


sumber :
Perpustakaan, Badan Pusat Statistis (BPS)
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-ekonomi-definisi-sumber.html 
wikipedia 

¡Compártelo!

0 komentar:

Poskan Komentar

Buscar

Memuat...
 

Labels

rinna rinna rinna Copyright © 2011 | Tema diseñado por: compartidisimo | Con la tecnología de: Blogger